Tempat operasi keperawanan terbaik dan sudah terpercaya berada di daerah Jakarta. Wanita biasanya kehilangan keperawanan karena melakukan hubungan seksual atau penetrasi pada organ kelamin. Namun tak hanya hubungan seksual, keperawanan dapat hilang karena beberapa kegiatan dengan peregangan pada bagian selangkangan yang terlalu kuat. Beberapa aktivitas tersebut, antara lain berenang, senam, bersepeda, dan berkuda.

Salah satu tanda seorang wanita yang sudah kehilangan keperawanannya adalah robeknya selaput dara dan pendarahan saat pertama kali melakukan hubungan seksual. Namun, tidak semua mengalami pendarahan bahkan selaput dara tidak robek. Hal ini dikarenakan selaput dara setiap wanita memiliki ketebalan yang berbeda-beda. Beberapa wanita memiliki bukaan pada organ kelamin selebar jari dan ada pula berbentuk lubang-lubang kecil.

Penyebab Wanita Melakukan Operasi Keperawanan

Kebanyakan wanita dengan selaput dara yang sudah robek dan kendur akan melakukan penanganan rekonstruksi di tempat operasi keperawanan yang sudah terbukti aman dan terpercaya. Dokter di tempat operasi keperawanan biasanya akan menanyakan penyebab rusaknya selaput dara pasien dan melakukan penanganan lanjutan yang sesuai. Penyebab wanita melakukan operasi keperawanan dapat berupa.

• Kurang Puas Secara Seksual

Melakukan operasi keperawanan biasanya didasari karena merasa kurang puas saat melakukan hubungan seksual dengan pasangannya. Hal ini dikarenakan kendur atau melemahnya daya cengkram organ kelamin wanita saat penetrasi dilakukan. Berkurangnya cengkraman berasal dari melemahnya otot-otot yang terletak di dasar panggul bawah.

• Cedera atau Trauma Seksual


Pada dasarnya, operasi keperawanan dilakukan untuk menangani wanita yang mengalami kekerasan secara seksual di masa lalu. Pengembalian keperawanan pada wanita juga dilakukan pada seseorang yang mengalami cedera di sekitar organ kelamin saat kecelakaan. Namun, saat ini semakin banyak wanita yang melakukan operasi keperawanan supaya kembali seperti saat masih perawan. Tak heran, kini semakin banyak bermunculan tempat operasi keperawanan.

Baca Juga : Awas, 5 Efek Samping Operasi Keperawanan Ini Belum Diketahui Banyak Wanita

 

Gejala dari Efek Samping Operasi Keperawanan

Banyak tempat operasi keperawanan yang menawarkan biaya mahal karena dianggap tidak memiliki efek samping setelah melakukan tindak operasi. Padahal, semua tindakan operasi memiliki banyak efek samping berbahaya, terutama di bagian vital. Beberapa gejala yang ditimbulkan karena efek samping dibalik tindakan operasi keperawanan wanita, antara lain :

• Pendarahan Berlebih

Pendarahan sementara setelah operasi dilakukan memang hal yang normal dan akan mereda dalam beberapa hari. Namun, jika pendarahan sudah terjadi berhari-hari serta semakin parah maka harus segera dilakukan pemeriksaan dengan dokter ahli. Pendarahan tidak normal pasca operasi bisa menyebabkan komplikasi penyakit yang lebih serius.

• Infeksi

Efek samping yang paling sering terjadi karena melakukan operasi, terutama di bagian vital adalah munculnya infeksi. Infeksi biasanya terletak di bagian sekitar letak operasi dilakukan. Dokter akan memberikan antibiotik jika infeksi yang dialami tidak terlalu parah. Namun, infeksi yang sudah terlanjur parah harus dilakukan perawatan lebih lanjut.

Diagnosis Sebelum Melakukan Operasi Keperawanan


Diagnosis yang dilakukan dokter adalah menanyakan tujuan dan penyebab memilih untuk melakukan operasi keperawanan. Dokter juga akan melakukan konsultasi mengenai penanganan dan perawatan yang cocok untuk dilakukan pasca operasi. Beberapa efek samping juga akan dijelaskan sebelum tindak operasi, seperti nyeri hebat di bagian organ kelamin, munculnya bekas luka akibat operasi, dan kesulitan bernapas di tempat operasi keperawanan.

Penanganan Efek Samping Akibat Tindak Operasi

Efek samping akibat operasi keperawanan harus ditangani dengan tepat pasca operasi. Biasanya pasien akan merasakan nyeri sampai muntah karena obat anestesi atau bius sudah habis. Karena itu, wanita yang melakukan operasi pada bagian vital harus beristirahat dengan cukup. Selain itu, Anda juga dilarang untuk berhubungan seksual hingga luka operasi pulih secara total.
 
Setelah operasi, selaput dara akan dibersihkan dengan air hangat dan diberikan salep antibiotik. Dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit atau antibiotik oral guna meredakan nyeri ketika muncul. Obat oral yang diresepkan dokter tersebut adalah metronidazole dan ofloxacin. Biasanya, obat ini harus dikonsumsi selama lima hari setelah operasi keperawanan dilakukan.

Konsultasikan dengan Klinik Utama Gracia


Tempat operasi keperawanan terbaik adalah Klinik Utama Gracia. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Kami yang telah ahli dan berpengalaman di bidangya. Klinik Utama Gracia merupakan salah satu klinik kesehatan terpercaya yang berada di daerah Jakarta. Klinik ini juga dilengkapi dengan berbagai peralatan medis yang canggih dan modern untuk menangani segala penyakit mengenai Ginekologi, Andrologi, dan Penyakit Kelamin.

Anda bisa segera menghubungi hotline Kami di nomor 081336361555. Melakukan konsultasi di Klinik Utama Gracia sangat mudah dan cepat karena pasien dapat berkonsultasi secara online dan langsung ditangani oleh staff medis. Untuk itu, segera hubungi Klinik Utama Gracia untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga : Operasi Keperawanan, Apakah Ampuh Mengembalikan Hymen

 


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikginekologi.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.