Disfungsi ereksi berat dapat terjadi karena tidak melakukan penanganan dengan benar. Penyakit disfungsi ereksi yang biasa menyerang kaum pria ini bisa juga disebut dengan impotensi. Impotensi atau disfungsi ereksi akan berdampak pada kehidupan seksual karena sang pria tidak dapat memuaskan hasrat seksual diri sendiri dan pasangan. Selain itu, disfungsi ereksi berat yang dialami pria akan menimbulkan rasa tidak nyaman, ejakulasi dini, hingga trauma untuk menjalani hubungan intim selanjutnya.

Disfungsi ereksi berat biasa disebabkan oleh faktor yang saling terkait mulai dari gangguan kesehatan pada pembuluh darah, gangguan saraf, struktur organ kelamin, pengaruh obat-obatan, dan faktor hormon dalam diri pria. Salah satu penyebab seorang pria menderita impotensi atau disfungsi ereksi adalah karena memiliki kebiasaan pada pola hidup yang buruk. Gaya hidup yang bisa menjadi penyebab disfungsi ereksi berat dapat berupa kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan mengalami stres.

Apa Saja Penyebab Disfungsi Ereksi Pada Pria


Disfungsi ereksi atau impotensi adalah kondisi ketika seroang pria tidak dapat melakukan ereksi secara optimal ketika berhubungan seksual dengan pasangannya. Penderita penyakit ini terkadang bisa mengalami ereksi namun tidak setiap waktu. Kondisi lainnya yaitu bisa melakukan ereksi, namun tidak berlangsung lama dan bisa juga tidak dapat melakukan ereksi sama sekali. Beberapa penyebab disfungsi ereksi adalah sebagai berikut:

• Stres atau Depresi

Seorang pria yang sering mengalami stres bisa berpengaruh pada bagian tubuh, termasuk organ kelamin. Karena itu, usahakan untuk mengubah gaya hidup dengan menghindari faktor risiko stres. Anda dapat menerapkan gaya hidup sehat, seperti olahraga teratur, cukup istirahat, dan melakukan relaksasi terhadap tubuh.

• Cemas Berlebih

Kecemasan akibat terlalu banyak memikirkan hal, seperti tidak dapat memberikan kepuasan seksual terhadap pasangan dapat memicu seorang pria mengalami disfungsi ereksi. Penderitanya juga akan merasakan takut dan bahkan menghindari untuk melakukan hubungan seksual dalam waktu yang cukup lama.

• Libido yang Rendah

Libido merupakan keinginan yang dimiliki baik pria maupun wanita untuk melakukan hubungan seksual. Pria yang memiliki tingkat libido rendah akan memicu masalah disfungsi ereksi. Libido yang rendah dapat meningkatkan faktor tertahannya ereksi dan merendam keinginan Anda terhadap seks.

• Penyakit Tertentu

Masalah disfungsi ereksi biasanya dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, yaitu pengaruh pada saraf, otot, dan juga aliran darah. Penyakit tertentu juga bisa menjadi beberapa faktor munculnya masalah ini. Kondisi tubuh yang dapat memicu penyakit disfungsi ereksi adalah diabetes, tekanan darah tinggi, cedera pada saraf tulang belakang, pengerasan arteri, dan multiple sclerosis.

Baca juga: Simak Tips Cara Mengatasi Disfungsi Ereksi Pada Pria

 

Bagaimana Gejala yang Dirasakan Penderitanya?

Gejala utama yang dirasakan penderita disfungsi ereksi berupa sulitnya organ kelamin dalam mencapai ereksi, tidak bisa bertahan di posisi ereksi, dan juga penurunan gairan terhadap seksual. Disfungsi ereksi berat bisa disebabkan oleh faktor psikologis, dan juga faktor fisik. Pria dengan masalah impotensi sering kali dikaitkan dengan penyakit diabetes. Jika teindikasi diabetes, maka penanganan tepat yang dapat dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter ahli.
 
Gejala disfungsi ereksi karena disebabkan oleh faktor psikologis, yaitu perubahan mood, depresi, sulit tidur atau insomnia, dan kecemasan atau kekhawatiran terhadap kinerja seksual diri sendiri. Sementara, gejala penyakit karena adanya gangguan secara fisik dapat berupa nyeri di bagian dada, sirkulasi yang buruk pada kaki, dan mengalami sesak napas saat berolahraga.
 

Komplikasi Bagi Penderita Disfungsi Ereksi Berat

Penderita yang sudah mengalami masalah disfungsi ereksi berat akan menyebabkan masalah lain berupa komplikasi. Komplikasi dapat terjadi pada kondisi sulitnya organ kelamin mencapai ereksi yang dibiarkan tanpa penanganan tepat. Simak, berikut komplikasi atau risiko berbahaya pada penyakit disfungsi ereksi berat pada pria.

• Diabetes

Penyakit diabetes yang diderita pria mengarah pada masalah seksual yang dapat membahayakan otonom sistem saraf pada tubuh, yaitu autonomic nervous system atau ANS. ANS merupakan saraf yang mengontrol pelebaran dan pembatasan pada pembuluh darah. Jika pembuluh darah pada saraf di organ kelamin mengalami cedera akibat diabetes, maka akan mengakibatkan masalah disfungsi ereksi berat.

• Jantung

Risiko terkena penyakit jantung sebesar dua sampai tiga kali lebih tinggi pada pria dengan kondisi disfungsi ereksi. Hal ini terjadi karena pembuluh arteri pada organ kelamin lebih kecil sehingga darah yang akan dipompa bisa tersumbat. Disfungsi ereksi biasanya menunjukkan gejala sulinya organ kelamin mencapai ereksi yang kemudian merambah ke masalah baru, yaitu penyakit jantung setelah beberapa tahun.

Cara Mendiagnosis Penyakit Disfungsi Ereksi

Dokter akan mendiagnosis penyakit disfungsi ereksi dengan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan penderitanya. Faktor penyebab masalah disfungsi ereksi juga akan diketahui melalui hasil diagnosis. Beberapa tes yang biasa dilakukan dokter untuk mendeteksi kondisi penyebab impotensi, antara lain:


• Tes darah, bertujuan untuk memeriksa tanda-tanda adanya penyakit jantung, diabetes, dan rendahnya kadar testosteron.
• Tes urin, berguna dalam mendeteksi adanya tanda-tanda kondisi kesehatan lain yang mendasar.
• Ultrasonografi atau USG, bertujuan memeriksa aliran darah yang menyebabkan timbulnya masalah disfungsi ereksi.
• Uji ereksi, dilakukan untuk membantu menentukan apa masalah disfungsi ereksi pada pria disebabkan oleh faktor psikologis atau fisik.
• Uji psikologis, dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan guna mendeteksi penyebab disfungsi ereksi lain, seperti depresi.

Beberapa Penanganan yang Dapat Dilakukan


Penderita disfungsi ereksi bisa menangani masalah dengan melakukan perawatan dan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Anda bisa melakukan penanganan awal dengan upaya pencegahan faktor risiko yang menyebabkan disfungsi ereksi. Beberapa tahap pada penanganan mandiri adalah berhenti konsumsi rokok dan melakukan penurunan berat badan jika mengalami obesitas.

Kinerja organ kelamin ketika berhubungan seksual ditentukan dengan obat-obatan yang Anda konsumsi setiap hari. Selain itu, Anda juga harus menghindari penggunaan obat-obatan terlarang karena berpotensi besar menyebabkan masalah seksual pada pria. Jika penanganan mandiri masih belum cukup menghentikan masalah impotensi, maka cara yang tepat untuk dilakukan adalah melakukan perawatan bersama dokter ahli.

Lakukan konsultasi dan penanganan pada penyakit disfungsi ereksi berat dengan Klinik Utama Gracia. Anda akan mendapatkan perawatan terbaik bersama staf medis dan dokter yang telah berpengalaman di bidang penyakit kulit dan kelamin. Anda bisa segera menghubungi hotline Klinik Utama Gracia di nomor 081336361555 untuk informasi mengenai penyakit kelamin lainnya.

Baca juga: Mengintip, 4 Cara Menyembuhkan Impotensi Dengan Cepat

 


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikginekologi.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.