Pertanyaan seputar impotensi apakah bisa sembuh masih membuat khawatir sebagian besar kaum pria. Impotensi atau disfungsi ereksi merupakan penyakit yang sering dianggap sebagai hal memalukan bagi para pria. Gejala yang muncul biasanya berupa ketidakmampuan organ kelamin pria untuk mempertahankan atau mencapai posisi ereksi dalam jangka waktu yang cukup lama.

Impotensi apakah bisa sembuh total tanpa kekambuhan bergantung pada penanganan yang dilakukan. Penanganan pada penyakit impotensi dilihat dari faktor penyebab munculnya gejala, seperti faktor psikologis. Psikologis seorang pria yang terganggu dapat menimbulkan tekanan hingga menyebabkan gangguan stres dan juga depresi. Karena itu, biasanya dokter akan menyarankan untuk menjauhi faktor pemicu stres.

Gejala Munculnya Impotensi Pada Pria


Seorang pria yang memiliki masalah impotensi akan ditandai dengan gejala utama, yaitu sulitnya organ kelamin mencapai ereksi, tidak mampu bertahan di posisi ereksi, dan mengalami penurunan gairah seksual. Impotensi adalah kondisi yang normal terjadi, namun jika gejala tidak kunjung hilang akan mengindikasikan masalah serius lainnya. Penyakit yang menjadi tanda adanya masalah impotensi berupa penyakit diabetes dan jantung koroner.

Pria yang sering mengalami kondisi sulitnya mencapai posisi ereksi akan menimbulkan gangguan psikologis. Gangguan ini tak hanya menyulitkan Anda, namun juga pasangan dalam kehidupan seksual sehari-hari. Penderita impotensi juga akan merasakan kurangnya kepercayaan diri dan depresi karena mengganggap tidak bisa memuaskan pasangan. Dalam hal ini, pemeriksaan ke dokter ahli sangat dibutuhkan guna mengetahui impotensi apakah bisa sembuh dan tidak bertambah parah.

Baca juga:  Gejala Impotensi Pria Indikasi Penyakit Serius

 

Bagaimana Impotensi Dapat Terjadi?


Penyakit impotensi dapat terjadi karena seorang pria mengalami masalah kesehatan secara fisik. Biasanya, penyebab impotensi dapat berupa gangguan pada sistem saraf, gangguan di peredaran darah, kelainan pada struktur organ kelamin pria, dan ketidakseimbangan pada sistem hormon. Impotensi tak hanya menyerang orang dewasa, namun bisa juga menyerang pria di usia muda. Penyebabnya dapat beragam, antara lain:

• Pemakaian obat-obatan tertentu

Memakai obat tertentu, seperti obat penurun tekanan darah dapat mempengaruhi kinerja pada organ tubuh sehingga mengganggu proses ereksi. Aliran darah menuju arteri akan menyempit dan menyebabkan impotensi karena peredaran darah ke organ kelamin terbatas.

• Merokok

Kebiasaan merokok sejak muda dapat mengakibatkan munculnya masalah impotensi lebih cepat. Merokok tidak hanya membahayakan kesehatan organ dalam, namun juga mengganggu kinerja pada organ kelamin pria. Rokok akan menyebabkan tubuh menimbun nikotin sehingga aliran darah menuju organ kelamin menjadi tidak lancar.

• Konsumsi Alkohol

Alkohol merupakan depresan yang dapat memblokir impuls saraf dan menyebabkan terganggunya komunikasi antara otak dengan tubuh. Sering mengonsumsi alkohol akan mempengaruhi sistem kerja saraf saat melakukan ereksi sehingga mengakibatkan terjadinya ketidaksinambungan antara otak dengan saraf yang mengatur proses ereksi.

Diagnosis Tepat untuk Penyakit Impotensi

Diagnosis yang biasanya dilakukan dokter sebagai tahap awal pemeriksaan impotensi adalah menanyakan gejala yang dirasakan, riwayat kesehatan, dan apa saja obat yang biasa dikonsumsi. Hal ini dilakukan guna mengetahui masalah impotensi apakah bisa sembuh dan penyebabnya. Impotensi yang dicurigai karena adanya gangguan pada psikologis akan ditangani oleh dokter spesialis terkait. Penyakit impotensi juga memerlukan beberapa pemeriksaan lanjutan, seperti:

• Tes darah, yang bertujuan untuk mengetahui jumlah kadar testosteron dan mendeteksi adanya tanda-tanda penyakit diabetes serta jantung.
• Tes urin, berguna untuk melihat faktor penyebab masalah impotensi, seperti indikasi adanya diabetes atau penyakit lainnya dalam tubuh.
• Ultrasonografi, bertujuan untuk mengetahui tingkat kelancaran aliran darah dalam tubuh penderita impotensi.
• Elektrokardiogram, berguna sebagai alat untuk mendeteksi adanya gangguan pada organ dalam, seperti jantung.

Apa Saja Penanganan Bagi Penderita Impotensi?


Masalah impotensi yang dibiarkan hanya akan memperburuk keadaan penderitanya. Lalu, impotensi apakah bisa sembuh? Penanganan tepat pada impotensi harus segera dilakukan guna mencegah keadaan semakin bertambah parah. Pertanyaan mengenai impotensi apakah bisa sembuh bergantung pada faktor penyebab yang diketahui melalui hasil diagnosis.

Impotensi yang disebabkan oleh faktor fisik, seperti diabetes dan jantung, maka penanganan terhadap penyakit tersebut harus dilakukan dahulu. Sementara, penyebab impotensi karena adanya gangguan psikologis, maka penanganan bersama dokter spesialis terkait merupakan cara yang tepat. Anda dapat berkonsultasi bersama psikolog atau psikiater guna mengetahui impotensi apakah bisa sembuh serta perawatan yang cocok dilakukan.

Penanganan terhadap impotensi dapat Anda lakukan sendiri dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Impotensi tidak akan terjadi jika Anda menjauhi faktor-faktor penyebabnya. Beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menangani masalah impotensi atau disfungsi ereksi, antara lain:

• Konsumsi makanan sehat secara teratur.
• Mengurangi faktor penyebab stres atau depresi.
• Lakukan olahraga secara rutin.
• Jauhi konsumsi alkohol dan rokok.
• Tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang.
• Usahakan berat badan tetap ideal.
• Lakukan senam kegel.

Penanganan tepat jika gejala impotensi tak juga menghilang adalah dengan melakukan konsultasi bersama dokter ahli guna mengetahui impotensi apakah bisa sembuh total dan tak kambuh. Anda dapat melakukan pemeriksaan terkait masalah kulit dan kelamin, termasuk impotensi dengan Klinik Utama Gracia. Segera hubungi hotline Klinik Utama Gracia di nomor 081336361555.

Baca juga:  Kenali Penyebab Dan Tanda Impotensi Usia Muda

 


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikginekologi.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.